Apakah Guru Seorang Pekerja??? Maret 11, 2009
Posted by basuki34 in Uncategorized.add a comment
Ada sebuah pertanyaan, Apakah Guru itu Pekerja atau bukan?
Itu yang masih membuat saya bingung sampai sekarang, karena kalau yang saya tau yang namanya Pekerja punya yang namanya, jaminan sosial tenaga kerja, jaminan kesehatan, dan jaminan hari tua.
TApi kenyataannya seorang Guru atau Tenaga Honorer di sekolah Negeri tidak punya yang namanya jaminan sosial tenaga kerja atau jaminan kesehatan atau jaminan hari tua, mungkin untuk yang PNS punya semua itu, tapi yang Honorer?
Kenyataan dan faktanya kalo dilihat kan kerjanya sama, antara Seorang Pekerja, seorang Guru Honor dan Seorang PNS, sama2 berangkat dari rumah kalo pagi terus sama2 di jalan untuk menuju ke tempat kerjanya, sama2 manusia yang bisa sakit, yang akan menjadi tua dan akan pensiun. Apa kalo Honorer ga boleh sakit dan ga boleh tua atau ga boleh pensiun?
Apa itu yang akan diharapkan dari semua tenaga honor yang ada di seluruh Indonesia yang mengabdi untuk pemerintah tanpa ada perhatian sama sekali.
Seorang Cleaning service aja yang kerjanya kontrak di perusahaan punya yang namanya Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja) terus di bayarnya sesuai dengan UMP ( upah minimum propinsi), bandingkan dengan Guru atau Tenaga Honorer yang ga punya jaminan apa2 yang gajinya juga masih di bawah UMP, apa pemerintah lebih baik dari sebuah perusahaan?
Orang pemerintahan ga ada yang baca blog ini kali yah? apa ga tau kalo memang ada tenaga honorer di jajaran pemerintahannya, sehingga jadi ga ngerti atau pura2 ga ngerti atau memang bloo’on, kalo bloo’on masa s1, masa s2, masa s3, aha apa jangan2 nembak semua tuh ijazahnya jadi ga bisa kerja.
Pemerintah sekarang sangat bangga sekali dengan APBN yang 20% seolah-olah sangat perhatian sekali dengan dunia pendidikan, padahal kenyataanya banyak Guru guru dan Tenaga honorer yang masih di bayar di bawah standar, bagaimana kalo dunia Internasional tau kalo masih banyak Guru dan Tenaga Honorer yang masih di bayar di bawah UMP tanpa ada jaminan apa2, apa tidak mempermalukan diri sendiri yang membanggakan APBN yang 20%? Serius lah……
